Senin, 27 Agustus 2012

SOSIOLOGI PENDIDIKAN



  SOSIOLOGI PENDIDIKAN
A.    PENGERTIAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Kata Sosiologi berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan kata Yunani logos yang berarti cerita, di ungkapkan pertama kali dalam dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Camte (1798-1857). [1]
Pada dasarnya, sosiologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sosiologi umum dan sosiologi khusus. Sosiologi umum menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum. Sedangkan Sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum, yaitu menyelidiki suatu aspek kehidupan sosio kultural secara mendalam. Misalnya: sosiologi masayarakat desa, sosiologi masyarakat kota, sosiologi agama, sosiologi hukum, sosiologi pendidikan dan sebagainya. Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus.[2]
Adapun beberapa pengertian tentang Sosiologi Pendidikan adalah sebagai berikut:
  1. Sosiologi pendidikan adalah Sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.[3]
  2. Sosiologi Pendidikan merupakan interpensi dan aplikasi prinsip-prinsip Sosiologi terhadap salah satu pranata sosial, yaitu pendidikan. Mempelajari struktur dan proses sosial yang terjadi dalam pranata pendidikan.
  3. Memusatkan perhatian pada kelembagaan pendidikan sebagai sub sistem sosial yang memiliki struktur, proses-proses kegiatan, dan pola-pola interaksi yang menentukan kehidupan lembaga pendidikan.
  4. Ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.
  5. Sosiologi khusus yang menyelediki struktur dan dinamika proses pendidikan.
  6. Ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasikan pengalaman.
  7. Mempelajari kelakuan sosial serta prinsi-prinsip untuk mengontrolnya.
  8. Studi komprenshif segala aspek pendidikan dari segi sosiologi yang diterapkan.
  9. Ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
  10. Ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan-hubungan antara pokok-pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosisal.
  11. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses belajar-mengajar dan mempelajari antara orang satu dengan orang lain.
  12. Menganalisis evolusi lembaga-lembaga pendidikan dalam hubungannya dengan perkembangan manusia, pengaruh-pengaruh lembaga pendidikan yang menentukan kepribadian sosial-sosial dari tiap-tiap individu.
  13. Sebagai analisis ilmiah tentang interaksi antara manusia dalam sistem pendidikan, serta hubungan antara pendidikan sebagai sebuah institusi sosial dengan institusi-institusi sosial lain.[4]

  1. RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Adapun ruang lingkup Sosiologi Pendidikan adalah:
1.      Hubungan sistem pendidikan dan sistem sosial lain, hubungan sekolah dengan komuniti sekitarnya, hubungan antar manusia dalam sistem pendidikan, dan hubungan pendidikan dengan masyarakat secara umum.
2.      Pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik.
3.      Interksi edukatif dalam keluarga dan lingkungan terdekat, interaksi dalam lembaga pendidikan formal, interaksi edukatif lingkup pendidikan orang dewasa.
4.      Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat:
a.       Fungsi pendidikan dalam kebudayaan.
b.      Hubungan sistem pandidikan dengan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan.
c.       Fungsi proses pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan staus quo.
d.      Hubungan pendidikan dengan sistem tingkat atau status sosial.
e.       Fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial, kultural dsb.
5.      Hubungan antar manusia di dalam sekolah, mencakup:
a.       Hakekat kebudayaan sekolah dan perbedaannya dengan kebudayaan diluar sekolah.
b.      Pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi berbagai hubungan antara berbagai unsur disekolah, kepemimpinan dan hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola interksi informal sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok sosial lainnya.
6.      Pengaruh sekolah terhadap kelakuan dan kepribadian semua pihak di sekolah, mencakup:
a.       Peranan sosial guru-guru.
b.      Hakikat kepribadian guru.
c.       Pengaruh kepribadian guru terhadap kelakuan anak.
d.      Fungsi sekolah dalam sosialisasi murid.
7.      Sekolah dalam masyarakat, meliputi:
a.       Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah.
b.      Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistem sosial di luar sekolah.
c.       Hubungan antara sekolah dan mesyarakat dalam pelaksanaan pendidikan.
d.      Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat bertalian dengan organisasi sekolah, yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya di dalam keseluruhan kehidupan masyarakat.[5]

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Sosiologi Pendidikan berawal dari ilmu sosiologi umum atau sosiologi micro (micro sociology) yang muncul pada abad ke-18. Ilmu sosiologi mulai melepaskan diri dari ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak abad ke -19. Istilah sosiologi pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) dalam bukunya Cour de phillosophie positive.
Pada awalnya sosiologi berada dalam ilmu filsafat yang dipandang sebagai satu-satunya ilmu untuk pengetahuan umum. Namun, ketika ada masalah yang terdapat dalam masyarakat yang ternyata tidak bisa dipecahkan dalam ilmu filsafat maupun ilmu-ilmu lainnya, maka kebiasaan untuk memisahkan sosiologi dari ilmu lainnya tampak dan terasa pada masa Revolusi di Eropa yang mengganas dalam Revolusi Prancis (1789-1799).[6]
Pada abad ke-19 ahli-ahli sosiologi menyumbangkan pemikiran-pemikirannya untuk mempermudah pendidikan, maka lahirlah disiplin ilmu baru yang disebut sosiologi pendidikan.
Ditinjau dari perspektif sebab lahirnya sosiologi pendidikan adalah dikarenakan adanya perkembangan masyarakat yang cepat dan berakibat pada merosotnya peran pendidik, dan perubahan interaksi antarmanusia. Dikarenakan manusia tumbuh dan berkembang bukan disekolah melainkan di mmasyarakat.[7]
Pelopor sosiologi pendidikan, dalam artian yang formal, adalah John Dewey dengan bukunya yang berjudul School and Society yang terbit pada tahun 1899, dalam mana beliau menekankan pendapatnya mengenai sekolah sebagai institusi sosial. Pada waktu itu beberapa ahli ilmu pendidikan dan sosiologi menekankan pentingnya peranan sosiologi bagi pendidikan.
Tokoh-tokoh seperti misalnya: A.W Small, E.A Kirkpatrick, C.A Ellwood, Alvin Good dan S.T Dutton mempersoalkan betapa pentingnya menghubungkan pendidikan dan pengalaman anak dalam keluargan dan masyarakat. Sekali lagi, terbitnya karya John Dewwey yang sangat terkenal adalah Democracy ana Education pada tahun 1916, lebih mendorong timbulnya sosioogi pendidikan. Dalam tahun 1920-an F.R Clow, David Snedden, Ross Finney, C.C Peters, C.L Robins, E.R Groves dan lain-lain meneruskan jalan pikiran tersebut di atas dan menekankan pentingnya nilai sosial pendidikan.
Kuliah sosiologi pendidikan pertama kali diberikan Oleh Henry Suzzalo pada tahun 1910 di Teachers College. Universitas Columbia. Tetapi pada tahun 1917 terbit textbook sosiologi pendidikan yang pertama kali karya Walter R. Smith dengan judul Introduction to Educational Sociology. Pada tahun 1916 di Universitas New York dan Columbia didirikan jurusan Sosiologi Pendidikan. Himpunan untuk sosiologi pendidikan dibentuk pada kongres himpunan soisologi Amerika pada tahun 1923. Sejak tahun itu diterbitkan buku tahunan sosiologi pendidikan. Pada tahun 1928 terbitlah The Journal of Education Sociology di bawah pimpinan E. George Payne. Majalah Socioal Education  mulai terbit dalam tahun 1936. Sejak tahun 1940 dalam review of education serch dimuat pula artikel-artikel yang mempunyai hubungan dengan sosiologi pendidikan. [8]
Perkembangan sosiologi pendidikan di inggris telah dimulai dengan diangkatnya Sir Fred Clarke sebagai Direktur London Uiversity Institute of Education, 1937. Clarke menyadari kontribusi yang mungkin dan dapat diberikan sosiologi kepada perkembangan pemikiran pendidikan. Terutama Clarke, begitu yakin bahwa pendidikan harus direncanakan sebagaimana terdapat pada bukunya yang berjudul Education and Social Change. Begitu juga, Mannheim menetap dilondon dan menjadi dosen sosiologi pada Fakultas Ekonomi london. Seperti halnya Durkheim, Mannheim juga sangat tertarik pada dunia sosiologi, dan dia memasuki dunia pendidikan sebagai seorang ahli sosiologi. Akibatnya dia melihat pendidikan sebagai seorang ahli sosiologi. Akibatnya dia melihat pendidikan sebagai salah satu elemen dinamis dalam sosiologi. Merupakan suatu teknik sosial, dan alat pengendalian sosial. Dalam hal ini Mannheim mengatakan “ ahli sosiologi tidak memandang pendidikan semata-mata sebagai alat merealisasikan cita-cita abstrak suatu kebudayaan (seperti humanisme) atau sebagai alat pengalih spesialisasi teknis, tetapi sebagai suatu bagian dalam proses mempengaruhi manusia. Pendidikan hanya dapat dipahami dengan mengetahui untuk masyarakat apa dan untuk posisi sosial apa sesunggunya murid-mrid mendidik,”
Selama tahun 1943-1945, London University Institute of Education menyelegarakan sejumlah konferensi mengenai sosiologi dan pendidikan pada koferensi-koferensi dimaksud. Mannhmein dan Clarke sama-sama memberikan andil yang berarti. Selama beberapa tahun sisanya dekade itu, muncul begitu banyak buku-buku pendidikan yang berpijak dan diwarnai sudut pandang sosiologi. Pada 1945, setelah setahun wafatnya Mannheim Clarke menerbitkan bukunya itu, secara lebih jauh dikembangkan tema prencanaan itu yag diperbandingkan dengan masyarakat pendidikan zaman plato. Suatu yang diperbandingkan dengan masyarakat pendidikan (lembaga pendidikan), menurut Clarke tujuan pokoknya untuk mencetak corak warga negara ke arah yang lebih baik. Untuk itu masyarakt pendidikan perlu sadar mengarakan sejumlah aktivitasnya dan mengorganisasikan sejumlah departemenya, sebagai suatu pandangan guna mengembangkan corak dan watak warga negara.
Di indonesia, pada 1967, sosiologi pendidikan diberikan pertama kali di IKIP Negeri Yokyakarta Jurusan Didaktik Kurikulum. Ditinjau dari usianya, lapangan penelitiannya serta struktur dan prosesnya, sosiologi pendidikan merupakan displin yang masih sangta mudah. Ilmu ini makin lama makin berkembang menuju kepada statusnya yang lebih pasti dan memiliki lapangan penelitian tersendiri.[9]

  1. TUJUAN DAN KEGUNAAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Ada beberapa konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan antara lain:
1.      Sosiologi Pendidikan sebagai proses analisisi sosialisasi
Di antara ahli sosiologi pendidikan beranggapan bahwa seluruh proses sosiologi anak-anak merupakan pusat perhatian bidang studi. Mereka mengutamakan proses bagaiman kelompok-kelompok sosial mempengaruhi kelakuan individu. Francis Brown antara lain mengemukakan bahwa “sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya”.
2.      Sosiologi  Pendidikan sebagai analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat
L.A. Cook mengutamakan fungsi lembaga pendidikan dalam masyarakat dan menganalisis hubugan sosial antara sekolah dengan bebagai aspek masyarakat. Penaganut konsep ini misalnya menyelidiki hubungan antara masyarakat perdesaan atau lingkungan tertentu dikota dengan sekolah rendah dan menegah.
3.      Sosiologi pendidikan sebagai analisis interaksi sosial disekolah dan antara sekolah dan masyarakat  
Disini diusahkan menganalisis pola-pola interaksi sosial dan peranan sosial dalam masyarakat sekolah dan hubungan orang-orang didalam sekolah dan kelompok-kelompok diluar sekolah.
4.      Sosiologi pendidikan sebagai alat kemajuan dan perkembangan sosial
Pendidikan merupakan alat untuk mencapai kemajuan sosial. Sekolah dapat dijadikan alat kontrol sosial yang membawa kebudayaan kepuncak yang setinggi-tingginya.
5.      Sosiologi pendidikan sebagai dasar untuk menentukan tujuan pendidikan
Sejumlah ahli memandang sosiologi pendidikan sebagai alat untuk menganalisis tujuan pendidikan secara obyektif mereka mencoba mencapai suatu filsafat pendidikan berdasarkan analisis masyarakat dan kebutuhan manusia.
6.      Sosiologi pendidikan sebagai sosiologi terapan
Sejumlah ahli merumuskan sosiologi pendidikan sebagai aplikasi sosilogi terhadapat masalah-masalah pendidikan.
7.      Sosiologi pendidikan sebagai latiahan sebagai petugas pendidikan.
Menurut F.G. Robins dan Brown dengan sosiologi pendidikan dimaksud ilu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalamanya.[10]
Adapun tujuan sosiologi pendidikan di Indonesia adalah:
1.      Berusaha memahami peranan sosiologi daripada kegiatan sekolah terhadap masyarakat, terutama apabila sekolah ditinjau dari segi kegiatan intelektual. Dengan begitu, sekolah harus bisa menjadi suri teladan di dalam masyarakat sekitarnya dan lebih luas lagi, atau dengan singkat mengadakan sosialisasi inttelektual untuk memajukan kehidupan didalam masyarakat.
2.      Untuk memahami seberapa jauhkah guru dapat membina kegiatan sosial anak didiknya untuk mengembangkan keperibadian anak.
3.      Untuk mengetahui pembinaan ideologi pancasila dan kebudayaan nasional indonesia dilingkungan pendidikan dan pengajaran.
4.      Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan dengan masyarakat disekitarnya agar pendidikan mempunyai kegunaan praktis didalam masyarakat dan negara seluruhnya.
5.      Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan masyarakat, yang bisa menstimulus pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.
6.      Memberi sumbangan yang positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan.
7.      Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip-prinsip sosiologi untuk mengadakan sosiologi prilaku dan kepribadian anak didik.[11]
Kegunaan Sosiologi Pendidikan adalah memberikan gambaran atau pengertian tentang berbagai problem pendidikan, asal-usul atau sumber terjadinya problem dalam pendidikan.[12]
Sosiologi Pendidikan berguna memberi penjelasan pada problem pendidikan yang   terjadi, dan bagaimana solusi untuk mengatasi segala problem pendidikan yang  bersifat buruk. Sosiologi pendidikan pada dasarnya untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan.
















KESIMPULAN
Sosiologi pendidikan adalah Sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.
Ruang lingkup Sosiologi Pendidikan meliputi:  Hubungan sistem pendidikan dan sistem sosial, pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik, interksi edukatif dalam keluarga dan lingkungan terdekat, pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik, hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat, hubungan antar manusia di dalam sekolah, pengaruh sekolah terhadap kelakuan dan kepribadian semua pihak di sekolah, sekolah dalam masyarakat.
Sosiologi Pendidikan berawal dari ilmu sosiologi umum atau sosiologi micro (micro sociology) yang muncul pada abad ke-18. Ilmu sosiologi mulai melepaskan diri dari ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak abad ke -19. Istilah sosiologi pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) dalam bukunya Cour de phillosophie positive.
Kuliah sosiologi pendidikan pertama kali diberikan Oleh Henry Suzzalo pada tahun 1910 di Teachers College. Universitas Columbia, Di indonesia, pada 197, sosiologi pendidikan diberikan pertama kali di IKIP Negeri Yokyakarta Jurusan Didaktik Kurikulum.
Tujuan sosiologi pendidikan meliputi: Sosiologi Pendidikan sebagai proses analisisi sosialisasi, Sosiologi  Pendidikan sebagai analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA

Idi, Abdullah , 2011, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Raja Wali Pers
M Setiadi, Elly dkk, 2011, Pengantar Sosiologi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Nasution, S, 1999, Sosiologi Pendidikan, Bumi Aksara: Jakarta
Karoma dkk, 2009, Sosiologi Pendidikan, Palembang: IAIN Raden Fatah Pers
Vembriarto, ST, 1987, Sosiologi Pendidikan, Yogyakarta: Paramita



[1] Elly M Setiadi dkk, Pengantar Sosiologi, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011) hal. 1-2
[3] ST Vembriarto, Sosiologi Pendidikan, ( Yogyakarta: Paramita, 1987) hal. 2
[4] Karoma dkk, Sosiologi Pendidikan, (Palembang: IAIN Raden Fatah Pers, 2009) hal. 13-15
[5] Karoma dkk, Ibid., hal. 15-16
[6] Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Wali Pers,  2011) hal. 6-7
[7] Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011). Hal. 9
[8] ST Vembriarto, Op. Cit., hal. 8-10
[9] Abdullah Idi, Op. Cit., hal. 11-18
[10] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Bumi Aksara: Jakarta, 1999) hal. 2-4
[11] Abdullah Idi, Op. Cit., hal. 22-23

3 komentar: