Jumat, 17 Agustus 2012

PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIDKAN ISLAM TERHADAP MASYARAKAT


       I.            PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN TENTANG MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau sekumpulan dari beberapa keluarga yang hidup dilingkungan tertentu. Jika kita berbicara tentang masyarakat yang berkaitan dengan sudut pandang islam maka pembahasan kita tidak keluar dari bidang pendidikan islam atau falsafah pendidikan islam. Masyarakat merupakan suatu faktor yang mempengaruhi pendidikan, disamping masyarakat itu tempat kembalinya out-put pendidikan. Hubungan antara pendidikan dan masyarakat, bahwa kerja-kerja pendidikan lebih bersifat sosial dan merubah serta memajukan masyarakat merupakan tujuan yang paling menonjol bagi pendidikan islam. Disamping itu pendidikan adalah wadah atau tempat mencetak generasi mudah, yang pada akhirnya generasi mudah itu menjadi berkualitas, dan dapat berperan aktif dalam masyarakat. Dalam makalah ini penulis akan menguraikan tentang prinsip-prisip yang menjadi  pandangan islam terhadap masyarakat.
1)      Prinsip pertama, mengakui bahwa masyarakat dalam pengertian yang paling sederhana ialah kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan dan agama. Termasuk segala jalinan yang timbal balik, berkepentingan bersama, adat kebiasaan, pola-pola, teknik-teknik, sistem hidup, undang-undang, institusi dan segala segi dan fenomena yang dirangkum masyarakat dalam pengertian luas.
2)      Prinsip kedua, menyakini bahwa masyarakat islam mempunyai sikap dan cirinya tersendiri, membedakan dari masyarakat lain. Menyebabkan masyarakat islam benar-benar menjadi masyarakat ideal yang menjadi contoh masyarakat lain untuk menikmati kebahagiaan, kemakmuran dan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Masyarakt yang digariskan islam hendaknya dibina dengan moral atau nialai-nilai islam yang berlandaskan pada Al-qur’an dan hadist. Ciri-ciri masyarakat islam yaitu : masyarakat yang berdiri atas dasar keimanan kepada Allah, Nabi, Rasul, Kitab-kitab Allah, Hari akhirat. Masyarakat islam segala sesuatu hukum kehidupan dikembalikan kepada hukum Allah. Masyarakat islam mempunyai nilai-nilai yang baik atau akhlakul karimah. Masyarakat islam mempunyai ilmu agama serta ilmu duniawi untuk mencapai tujuan dunia dan akhirat.
3)      Prinsip ketiga, masyarakat islam menyakini bahwa azas untuk membina masyarakat ialah akidah kepercayaan bahwa Allah itu Esa, serta menyakini rukun-rukun iman lainnya dan rukun-rukun islam.
4)      Prinsip keempat, menyakini bahwa agama dalam pengertian luas yang merangkum setiap yang berhubungan dengan akidah, ibadah, pergaulan, antara sesama manusia ialah merupakan teras dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.
5)      Prinsip kelima, masyarakat islam menyakini bahwa ilmu yang yang sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya adalah iman dan akhlak untuk mencapai kemajuan, kemakmuran dan kekuatan masyarakat islam.
6)      Prinsip keenam,masyarakat islam selalu mengikuti perubahan dan kemajuan zaman melalui struktur masyarakat sistem kebudayaan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu diselaraskan dengan nilai-nilai islami.
7)      Prinsip ketujuh, masyarakat islam merupakan sel atau unit pertama untuk kemajuan islam. Pribadi yang shaleh dan masyarakat yang shaleh mempunyai hubungan yang erat dan tak dapat dipisahkan untuk kegemilangan islam.
8)      Prinsip kedelapan, masyarakat islam selalu menciptakan suasana tolong menolong setia kawan, persaudaraan, saling mengasihi, cinta-mencintai dan kerja sama antar individu dalam kehidupan  bermasyarakat.
Jadi, setelah membaca dan menelaah pandangan islam terhdapat mesyarakat. penulis  mengambil inti sari atau kesimpulan dari pandangan islam terhadap masyarakat tersebut yaitu : bahwa masyarakat islam selalu bekerjasama, saling tolong menolong, beradaptasi, berpartisipasi dalam kehidupanya sehari-hari. Masyarakat islam selalu mengambil semua aspek kehidupan serta mengembalikan hukum kepada sumber hukum islam yang hakiki yaitu kalamullah (Al-qur’an) dan Al-hadis sebagai sumber hukum dikehidupannya. masyarakat islam  selalu berinopasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan dan memakmuran masyarakat islam yang memfiltertri segala sesuatu dengan nilai-niali islam. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan teknologi untuk membuat masyarakat islam lebih berpendidikan dan lebih jenius serta selalu membawa nilai-nilai islam dikehidupanya sehari-hari.[1]


[1]  Omar Mohammad al-taoumy al-syaibani, ibid., hlm. 163-229

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar